Wagub Jatim Ajak Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak mengajak para mahasiswa untuk menjadi seorang entrepreneur saat masih berkuliah. Dengan memulai menjadi entrepreneur saat di bangku kuliah, mahasiswa bisa melakukan  berbagai usaha.

“Mahasiswa bisa memulai usaha dengan modal serendah mungkin dan  efektif. Sehingga saat nanti lulus, akan siap terjun menjadi seorang entrepreneur,” ujarnya  saat membuka Seminar Millenial Entrepreneur Forum bertemakan Tantangan dan Peluang Pemuda di Era Milenial di Universitas Muhammadiyah Gresik, Selasa(20/8).

Dijelaskan, dengan pengalaman  menjadi entrepreneur saat kuliah, nanti akan tercetak lulusan yang siap menghadapi dunia usaha.  Pastinya, akan ada pengalaman bagi mahasiswa yaitu trial and error dalam berusaha. Mahasiswa bisa memulai usaha tentunya dengan modal kecil. “Trial and error tersebut sangat berguna bagi mahasiswa, sehingga saat lulus nanti bisa lebih matang dalam mengembangkan jiwa entrepreneurnya,” jelasnya.

Pemprov Jatim Terima Tiga Penghargaan Indonesia Attractiveness Award 2019

Pemprov Jatim Terima Tiga Penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award 2019

Pemprov Jatim Terima Tiga Penghargaan Indonesia Attractiveness Award 2019
Foto : Humas Setdaprov Jatim

Jatim Newsroom – Pemerintah Provinsi Jatim kembali menorehkan penghargaan prestisius. Kali ini, Pemprov Jatim memborong tiga penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2019.

Tiga kategori penghargaan tersebut adalah kategori IA 2019 Gold Provinsi Besar Terbaik Sektor Infrastruktur, kategori IAA 2019 Platinum sebagai Provinsi Besar sektor Pariwisata dan Pelayanan Publik. Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada acara Indonesia’s Attractiveness Award 2019 di Jakarta, Selasa (23/7).

Penghargaan tahun ini, dinilai berdasarkan daya tarik terbaik yang mengacu kepada empat kategori. Yakni meliputi investasi, pelayanan publik, infrastruktur dan pariwisata. Riset ini melibatkan investor dan publik untuk memperoleh data mengenai daya tarik di sektor investasi, infrastruktur, layanan publik dan pariwisata untuk semua tingkat kabupaten dan kota serta provinsi di seluruh Indonesia.

“Penghargaan ini semoga dapat memberikan semangat bagi kepala daerah di kabupaten dan kota serta OPD untuk terus berinovasi dan bekerja lebih optimal dengan menggali potensi yang ada di masing-masing daerahnya” ucap KHofifah sesaat setelah menerima penghargaan.

Sebagai contoh potensi wisata. Potensi wisata di setiap daerah apabila ditambah dengan inovasi akan memberikan multiplier effect yang besar baik bagi pengembangan budaya, seni maupun sosial ekonomi. “Kami berharap sektor wisata Selingkar Ijen, Selingkar Wilis, selingkar Bromo Tengger Semeru serta selingkar kepulauan Sumenep berkembang lebih cepat. Apalagi selingkar Bromo Tengger Semeru telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional,” ucapnya.

Saat ini, Pemprov Jatim juga tengah mengembangkan Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri Sejahtera). Potensi alam yang luar biasa menjadi faktor penguat hadirnya desa wisata yang menjadi daya ungkit sosial budaya dan ekonomi masyarakat desa.

Tidak hanya Pemprov Jatim yang memborong penghargaan dalam ajang ini. Penghargaan IAA 2019 Platinum juga diborong dua kabupaten kota di Jatim, yaitu Kabupaten Banyuwangi sebagai kabupaten besar terbaik sektor pariwisata dan infrastruktur. Kemudian Kota Surabaya juga meraih IAA 2019 Platinum kategori Kota Besar sektor Pariwisatan dan Infrastruktur. Sementara Kota Batu menerima Platinum sektor pariwisata kategori kota kecil.

Disebutkan, dalam penilaian ajang ini setelah melewati tahap penyaringan dan pengholahan data, juga melakukan survei, serta verifikasi data hingga tahap terakhir yaitu presentasi dihadapan tim penilai yang melibatkan berbagai kalangan mulai akademisi, praktisi, pemerintahan. Ada sebanyak 56 nominator kabupaten, kota dan provinsi. Hasilnya, Tim Penilai memutuskan untuk memberikan penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award 2019 kepada Pemprov Jatim sebagai satu- satunya provinsi yang mendapatkan kategori satu gold dan dua platinum IAA 2019.

Khusus Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa program dan langkah-langkahnya mempercepat pembangunan di Jawa Timur sangat diapresiasi. Selain itu penyelenggaraan ini secara umum mengapresiasi juga pembangunan desa sebagai bagian dari pembangunan daerah berdampak nasional. Kriteria diterapkan seperti infrastruktur, pelayanan publik, investasi dan pariwisata.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo menuturkan dengan adanya IAA memacu setiap daerah untuk berinovasi. “Sebagai contoh Dana Desa, dimana sudah dikucurkan dana setidaknya Rp 257 triliun. Dari situ, kepala daerah berpacu untuk terus berinovasi, bukan hanya di sektor infrastruktur tapi juga pariwisata,” katanya. (put)

Pemprov Terima Penghargaan Sebagai Peserta UNPSA dari MenPAN RB

Foto : humas Setdaprov Jatim

Jatim Newsroom – Empat inovasi pelayanan publik yang dikembangkan Pemprov Jatim berhasil lolos sebagai peserta United Nations of Public Service Awards (UNPSA) Tahun 2019.

UNPSA merupakan kompetisi pelayanan publik tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap tahunnya. Atas prestasi ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan sebagai peserta UNPSA 2019.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Syafruddin saat acara Penganugerahan Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/7) malam.

Keempat inovasi tersebut adalah Jalin Matra, Ayo Kerja, simPADU-PMI, serta Underwater Restocking. Inovasi Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (Jalin Matra PFK) merupakan inovasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jatim. Inovasi ini dilakukan sebagai intervensi terhadap banyaknya perempuan dengan tingkat kesejahteraan 10% terendah (desil 1) yang jadi kepala rumah tangga dikarenakan telah bercerai, suami meninggal, atau memiliki suami difabel/cacat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas produktif dan sebatang kara.

Program Jalin Matra PFK ini bertujuan memberikan akses interaksi dan perlindungan terhadap Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) melalui optimalisasi peran 5.824 Kader TP-PKK sebagai mother care bagi KRTP, memperluas akses KRTP sasaran terhadap usaha produktif untuk peningkatan aset usaha atau pendapatan keluarga, membantu mendorong ketahanan sosial ekonomi KRTP, serta mendorong motivasi berusaha (need for achievement) dan kemampuan (life skill) KRTP dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.

Selanjutnya, inovasi Underwater Restocking merupakan inovasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya ikan yang terus menurun akhir-akhir ini. Inovasi yang dilakukan di wilayah perairan Jatim ini dilakukan untuk memulihkan mata rantai ekosistem melalui penebaran benih ikan di dasar laut dengan cara menyelam dan menebarkan benih ikan langsung ke dalam area rumah ikan pada kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter. Dengan langkah ini, ikan-ikan yang ditebar bisa langsung mendapatkan asupan makanan dan berlindung dari kemungkinan adanya ikan pemangsa.

Saat ini program Underwater Restocking sedang ditingkatkan lagi di beberapa wilayah perairan diantaranya Banyuwangi, Probolinggo, Situbondo, Malang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Sumenep, dan Pamekasan. Lewat kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan persediaan stock sumber daya ikan dan mengurangi risiko kematian benih ikan, sehingga terjadi peningkatan produktivitas hasil tangkapan ikan bagi nelayan.

Semenjak dilakukan Underwater Restocking, hasil tangkapan ikan berukuran lebih besar dan bernilai ekonomi tinggi daripada sebelumnya. Tidak hanya itu, banyak ditemukan jenis ikan yang berbeda dari sebelumnya sehingga mampu menjadi destinasi wisata baru seperti menyelam (diving) yang digemari wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, inovasi Ayo Kerja dan SimPADU-PMI merupakan inovasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim. Inovasi ‘Ayo Kerja’ ini menyajikan layanan informasi, bimbingan konseling dan penempatan kerja yang dipadukan dengan pengembangan petugas fungsional pengantar kerja beserta layanan berbasis teknologi informasi. Terdapat berbagai layanan di ‘Ayo Kerja’ seperti bursa kerja online, konsultasi karir online, job matching, dan bursa kerja bulanan (mini job fair). Hasilnya, ada peningkatan jumlah lowongan kerja, informasi kerja lebih efisien, mudah diakses dengan jangkauan yang lebih luas.

Sedangkan inovasi simPADU-PMI (Sarana Informasi dan Pelayanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia) merupakan layanan yang berisikan sarana informasi, konsultasi dan pengaduan yang terintegrasi dengan layanan pelatihan/sertifikasi serta Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) pekerja migran Indonesia. Inovasi ini dikembangkan berdasarkan kondisi layanan penempatan dan perlindungan pekerja migran selama ini. Dimana image bekerja ke luar negeri yang rumit dan birokratis, mahal, serta kurangnya pemahaman alur bekerja yang aman dan prosedural masih menjadi kendala para TKI asal Jatim di luar negeri. Hal ini pula yang menyebabkan sebagian masyarakat Jatim memilih alasan jalur bekerja sebagai Pekerja Migran Non Prosedural atau menggunakan calo.

Program simPADU-PMI ini diharapkan mampu mengurangi keterbatasan akses informasi kerja ke luar negeri, membantu adanya kepastian alur, waktu dan transparansi biaya layanan dokumen melalui sarana Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA). Juga sebagai upaya pemberdayaan pekerja migran Indonesia yang purna tugas untuk pengelolaan remitansi dan aktivitas ekonomi secara produktif melalui program Pro Empowerment.

VISI DAN MISI

VISI

Visi terkait dengan pandangan kedepan menyangkut kemana instansi pemerintah harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi adalah suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan instansi pemerintah, maka Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur mempunyai :

“Terdepan dan Terpercaya Sebagai Wakil Jawa Timur di Jakarta”

MISI

Misi adalah suatu yang harus diemban atau dilaksanakan, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Misi harus jelas dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dengan memperhatikan program beserta hasil yang akan dicapai dimasa mendatang maka Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur memiliki misi sebagai berikut :

  1. Mewakili tugas – tugas Pemerintahan Provinsi Jawa Timur di Jakarta
  2. Memberikan pelayanan dan sentral informasi Jawa Timur di Jakarta
  3. Memfasilitasi Promosi Potensi Kabupaten / Kota dan Provinsi Jawa Timur di Jakarta dan sekitarnya
  4. Pemberdayaan dan perlindungan masyarakat Jawa Timur di Jabotabek
  5. Memfasilitasi hubungan dengan lembaga – lembaga pemerintah, non pemerintah dan perwakilan negara asing di Jakarta
  6. Memberikan pelayanan yang prima terhadap terhadap kegiatan pejabat atau petugas pemerintah provinsi yang melaksanakan tugas di Jakarta
  7. Memelihara dan mengelola Anjungan Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta agar tetap berfungsi secara optimal
  8. Melestarikan dan mengembangkan seni budaya Jawa Timur di Jakarta

SEKILAS JAWA TIMUR

Provinsi Jawa Timur secara geografis  terletak di antara 11100 Bujur Timur – 11404’ Bujur Timur  dan712Lintang  Selatan  – 8048Lintang Selatan , dengan luas wilayah sebesar 47.963 km2 yang meliputi duabagian utama. Yaitu Jawa Timur daratan dan Kepulauan Madura.  Wilayah daratan Jawa Timur sebesar 88,70persen atau 42.541 km2, sementara luas Kepulauan Madura  memiliki luas 11.30 persen atau sebesar 5.422km2.  Jumlah penduduknya pada tahun 2010  mencapai   37.476.757 jiwa . (Sumber : Database BPS Tahun2010 ).

Secara  administratif Jawa Timur terbagi menjadi 29 kabupaten dan 9 kotadengan  Kota Surabaya sebagaiibukota provinsiIni menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi yang memiliki jumlah kabupaten/kota terbanyak diIndonesia.   Jawa Timur terbagi dalam 4 Badan Koordinasi  Wilayah (Bakorwil ), sebagai berikut Bakorwil IMadiun meliputi Kota Madiun, Kab. Madiun, Kab. Magetan, Kab. Ponorogo, Kab. Ngawi, Kab. Trenggalek, Kab.Tulungagung, Kota Blitar, Kkab. Blitar, dan Kab. NganjukBakorwil II Bojonegoro meliputi Kab. Bojonegoro, Kab.Tuban, Kota Mojokerto, Kota Kediri, kab. Kediri, Kab. Jombang, dan Kab. LamonganBakorwil III Malang, meliputiKota Malang, Kab. Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kab. Pasuruan, Kota Probolinggo, kab. Probolinggo, kab.Lumajang, kab. Jember, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo dan Kab. BanyuwangiBakorwil IV  PamekasanmeliputiKota Surabaya, Kab. Sidoarajo, kab. Gresik, kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, dan kabSumenep.

Struktur Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur terdiri atas  Sekretariat Daerah dengan 11 Biro dan Sekretariat DPRD,  20 Dinas, Inspektorat, 1 Badan , 12 Lembaga Teknis Daerah  , 4  Lembaga lain,  dan 5 Rumah Sakit Daerah.  Jawa Timur mempunyai posisi yang strategis di bidang Industri karena diapit oleh dua provinsi besar yaitu Jawa Tengah dan Bali, sehingga menjadi pusat  pertumbuhan industri maupun perdagangan.

Mayoritas  penduduk Jawa Timur adalah Suku Jawa, namun demikian, entitas di Jawa Timur lebih heterogen. Suku Jawa menyebar hampir di seluruh wilayah Jawa Timur daratan.  Umumnya Suku Jawa menganut agama Islam, sebagian menganut agama Kristen,  Katolik, Hindu dan Buddha.

Jawa Timur memiliki kesenian dan kebudayaan yang khas, Reog dan Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timur yang sangat terkenal. Selain keseniannya yang begitu mendunia, kebesaran Jawa Timur juga tercermin dari aneka ragam budayanya. Antara lain karapan sapi, pacuan sapi  yang hanya ada di Madura, yang diilhami dari petani membajak sawah dengan sapi yang merupakan kebiasaan masyarakat Madura.

Masyarakat Jawa Timur memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebajikan. Hal ini terekspresikan pada pepatah “ JER BASUKI MAWA BEYA” , yang  berarti  untuk mencapai suatu kebahagiaan diperlukan pengorbanan.

SEJARAH

Dalam perjalanan sejarah bangsa, proses pembentukan struktur pemerintahan dan wilayah JawaTimur ternyata memiliki perjalanan sangat panjang. Dari sumber-sumber epigrafis dalam bentuk batu bertulis(Prasasti Dinoyo) diketahui bahwa sejak abad VIII, tepatntya tahun 760 di Jawa Timur telah muncul suatusatuan pemerintahan, Kerajaan Kanjuruhan di Malang, dengan status yang sampai kini masih diperdebatkan.

           Pada abad X, Jawa Timur menapaki fase baru. Jawa Timur yang semula merupakan wilayah pinggiran dariKerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, kemudian mendapatklan momentum sebagai pusat kekuasaanberbagai kerajaan, seperti Medang (937 – 1017), Daha-Janggala (1080-1222), Singasari (1222-1292)dan Majapahit (1293 -1527). Dalam hal ini , Pu Sendok (927-947) adalah tokoh paling berjasa yang berhasilmeletakkan dasar-dasar pemerintahan di Jawa Timur. Struktur pemerintahannya secara hierarkhis terdiri dariPemerintah Pusat (Kraton), Watek (Daerah) dan Wanua (Desa). Struktur ini terus bertahan sampai abad XIIIzaman Singasari.

          Pada abad XIII terjadi perkembangan baru dalam struktur ketatanegaraan di Indonesia di Jawa Timur,ditandai dengan munculnya sebuah struktur baru dalam pemerintahan, yaitu Nagara (Provinsi). BerdasarkanPrasasti Mulamalurung (1255) dari masa Wisnu Wardhana yang juga bergelar Sminingrat menyatakan bahwastruktur pemerintahan Singasari dari Pusat (Kraton), Nagara (Provinsi), Watek (Kabupaten) dan Wanua (Desa).
           Pada masa Kerajaan Majapahit, susunan itu mendapatkan berbagai penyempurnaan, terdiri dari Bhumi (Pusat/Kraton), Negara (Provinsi/Bhatara), Watek/Wisaya (Kabupaten/Tumenggung), Lurah/Kuwu (Kademangan), Thani/Wanua (Desa/Petinggi) dan paling bawah Kabuyutan (Dusun/Rama). Anehnya struktur kenegaraan Majapahit (1294-1527) justru berkembang secara ketat pada masa Mataram (1582 -1755). Wilayah Mataram dibagi secara konsentris terdiri dari Kuthagara/Nagara (Pusat/Kraton), Negaragung/Negaraagung (Provinsi Dalam), Mancanegara (Provinsi luar ), Kabupaten dan Desa. Secara etimologis, sebutan Jawa Timur pada zaman Mataram Islam muncul derngan nama Bang Wetan, derngan wilayah meliputi seluruh Pesisir Wetan dan Mancanagara Wetan (pedalaman Jawa Timur).

Selanjutnya setelah huru-hara Cina di Kartasura (1743), seluruh wilayah pesisir utara Jawa dan seluruh Pulau Madura jatuh ke tangan Kompeni, sedang daerah Mataram tinggal wilayah pedalaman Jawa (Mancanagara Wetan -Mancanagara Kulon). Dengan berakhirnya Perang Dipanegara (1830), seluruh Jawa Timur (BangWetan) dapat dikuasai Pemerintah Hindia Belanda. Dari tahun 1830-1928 /1929, Belanda menjalankan pemerintahan dengan hubungan langsung Pemerintah Pusat VOC di Batavia derngan para Bupati yang berada di wilayah kekuasaanya. Pemerintah Hindia Belanda yang sejak awal abad XX menerapkan politik imperialisme modern melakukan intensifikasi pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Provincient van Oost Java ) pada tahun 1929, dengan struktur pemerintahan, wilayah dan birokrasi tidak jauh berbeda seperti yang ada sekarang. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) seperti daerah lain, Jawa Timur diletakkan dibawah pendudukan militer Jepang.

       Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia mulai menata kehidupan kenegaraan. Berdasarkan Pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 pada tanggal 19 Agustus 1945 olehPPKI dibentuklah Provinsi dan penentuan para Gubernurnya. Untuk Pertama kalinya, R.M.T. Soeryo yang kala itu menjabat Residen Bojonegoro ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur yang pertama. R.M.T Soeryo yang dilantik tanggal 5 September 1945, sampai tanggal 11 Oktober 1945 harus menyelesaikan tugas-tugasnya di Bojonegoro, dan baru pada 12 Oktober 1945 boyong ke Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur yang menandai mulai berputarnya mekanisme Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Atas dasar pertimbangan perjalanan sejarah inilah, maka diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Jawa Timur dan akan diperingati secara resmi setiap tahun, baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur.

Sumber : Buku Peringatan Hari Jadi Ke -70 Provinsi Jawa Timur

WordPress Video Lightbox Plugin